Jadwal Shalat


jadwal-sholat

Kunjungan Studi Jabatan Senibina Malaysia

Pada tanggal 28 Maret 2015 Program Studi Arsitektur UNNES menerima kunjungan studi dari Jabatan Senibina (Department of Architecture) , Fakulti Kejuruteraan dan Alam Bina, Universiti Kebangsaan Malaysia..

ArschitecTour 2014 UNNES

Perjalanan jelajah arsitektur nusantara kembali kami lanjutkan ke pulau ke-2 yaitu Lombok.

TSTRUKTUR KONSTRUKSI DAN SISTEM BANGUNAN 2

Membangun rumah pada era dewasa ini memerlukan ketelitian dan kecermatan terutama mengenai kekuatan struktur dari bangunan karena dengan adanya kejadian gempa beberapa waktu yang lalu bisa kita simpulkan bahwa banyaknya rumah/bangunan yang runtuh sebagian besar karena bangunan yang ada kurang memperhatikan mengenai persyaratan konstruksi beton bertulang yang merupakan bagian penting dari proses pembangunan.

KOMPUTER GRAFIS

ilmu komputer mengenai grafis komputerise berupa desain arsitektur.

PAOLO SOLERI

Paolo Soleri (21 Juni 1919 – 9 April 2013)adalah arsitek Italia. Ia mendirikan Arcosanti dan Yayasan Cosanti pendidikan. Soleri adalah dosen di perguruan tinggi arsitektur di Arizona State University dan Penerima Nasional Design Award tahun 2006. Dia meninggal di rumahnya pada 9 April 2013 pada usia 93.

Sabtu, 25 April 2015

10 Bangunan Arsitek Terunik

10 Bangunan Paling Unik ide Arsitek

10 Bangunan Terunik di Dunia
Inilah sepuluh bentuk bangunan terfantastis yang bisa kamu temukan di dunia. Semuanya memilki tipe arsitektur yang tidak lazim sebagaimana bangunan pada umumnya

Bart Prince House – Albuquerque, New Mexico



Arsiteknya, Bart Prince terkenal sangat kreatif dalam merancang struktur. Rumah diatas adalah rumah Pangeran di Albuquerque (atas) dan tempat tinggal Seymour di Los Altos, California.

Dar al Hajar – Yaman



Istana batu yang unik. Dar al Hajar dibangun sebagai ‘rumah musim panas’ oleh Imam Yahya di tahun 1930-an. Berdiri di dasar struktur mengesankan, Istana ini telah direnovasi sehingga pengunjung dapat membeli tiket dan melihat pemandangan 360 derajat menakjubkan dari lanskap sekitarnya.

Bubble House – Tourettes-sur-Loup, Perancis



‘Rumah Gelembung ‘dari Tourrettes-sur-Loup, Perancis, hanya 35 tahun dan masih belum selesai. Dirancang pada tahun 70-an oleh arsitek Antti Hungaria Lovag untuk perancang busana Pierre Cardin. Desain ini dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan tipikal daerah Pantai vulkanik d’Azur, dan jendela yang jelas memberikan pemandangan indah dari Mediterania.

Kayu Skyscraper – Arkhangelsk, Rusia



Nikolai Sutyagin, seorang mantan gangster, menamai bangunan ini ‘pencakar langit kayu ‘di Arkhangelsk, Rusia. Awalnya ia hanya berencana membangun rumah dua lantai. Tapi akhirnya rumah ini terus diperbaharui. “Pertama saya menambahkan tiga lantai tapi kemudian rumah itu tampak kaku, seperti jamur,” katanya. “Jadi saya rombak lagi namun tetap selalu tidak memuaskan. Apa yang Anda lihat hari ini adalah kecelakaan bahagia ” multijutawan ini menjadi miskin setelah harta miliknya musnah selama bertugas di penjara, dan rumah sekarang membusuk di sekelilingnya, tapi ia masih tinggal di lantai bawah dengan istrinya..

Rumah Upside-Down – Szymbark, Polandia


Pengusaha Polandia dan dermawan Daniel Czapiewski membangun Upside Down The House sebagai pernyataan tentang era Komunis dan akhir dunia. Butuh waktu 114 hari untuk membangun rumah ini karena pekerja begitu kebingungan dengan sudut dinding. Hal ini tentu menarik perhatian wisatawan ke desa kecil Szymbark. Para wisatawan yang telah berkunjung seringkali mengalami kepusingan hanya dengan berada beberapa saat di dalamnya.

Hang Nga Villa – Dalat, Vietnam


Tampak seperti bangunan dari negeri dongeng, bangunan yang berdiri di Dalat, Vietnam ini dibangun oleh anak perempuan dari tangan kanan Ho Chi Minh. Nyonya Hang Nga menciptakan Hang Nga Villa – atau sering disebut juga ‘Rumah Gila’ – untuk mencerminkan minatnya dalam seni dan arsitektur. Terbuat dari beton, rumah yang sekarang berfungsi sebagai restoran dan area penerimaan untuk sebuah hotel bergaya kolonial Prancis. Bagian dalamnya dikatakan lebih aneh lagi,

Rumah berbentuk Toilet – Suweon, Korea Selatan



Dibangun untuk menandai peluncuran Asosiasi Toilet Dunia, yang berkampanye untuk kebersihan toilet di seluruh dunia. Didirikan oleh Sim Jae-Duck, yang memiliki julukan “Walikota Toilet”, dibangun dalam rangka beton 4.508 meter persegi dan dikelilingi struktur kaca . Bangunan ini dapat dilihat di kota kelahiran pendirinya, Suweon, Korea Selatan.

Eliphante & Hippodome – Cornville, Arizona



Diciptakan oleh seniman Michael Kahn dan istrinya Leda Livant dengan bahan-bahan yang ditemukan selama periode 28 tahun. Eliphante dan beberapa bangunan lain menempati 3 hektar tanah.

Rumah Inversi – Houston, Texas


Ketika dua bangunan studio lama milik The Art League di Houston telah ditetapkan akan dibongkar, mereka memutuskan untuk mengambil kesempatan ini untuk mengubahnya menjadi sebuah instalasi seni sementara. Seniman Dan Havel dan Dean Ruckmengupas lah yang memiliki ide unik tersebut.

Rumah Sepatu – Afrika Selatan


Rumah Sepatu dari Afrika Selatan ini adalah karya seniman dan perhotelan Ron Van Zyl, yang membangunnya untuk istrinya Yvonne pada tahun 1990. Rumah ini berfungsi seperti museum kecil, menampilkan ukiran kayu Van Zyl. sepatu ini merupakan bagian dari kompleks yang mencakup sebuah rumah tamu eight-chalet, perkemahan, restoran, kolam renang dan bar.

Rumah Jamur – Cincinnati, Ohio


Dibangun oleh arsitek Terry Brown-difitnah di Cincinnati. gaya arsitektur Brown berkembang ketika ia mulai bereksperimen dengan bahan seperti kayu, kaca berwarna, kulit, keramik, dan berbagai logam untuk menciptakan bentuk yang tidak beraturan terinspirasi dari alam. Sebagai seorang profesor arsitektur dan desain interior di Universitas Cincinnati, Brown sering harus mempertahankan desain rumahnya yang unik ini meskipun mendapar banyak keluhan dari tetangga sebelum meninggal dunia pada tahun 2008.

Rumah Mengambang – Ukraina


Rumah unik ini terletak di Ukraina.

Rumah Luar Angkasa – Gunung Signal, Tennessee


Dibangun oleh Curtis King dan anak-anaknya pada tahun 1970 dan cukup menarik perhatian orang-orang disekitar situ. Rumah ini dijual di blok lelang pada bulan Maret 2008 tetapi gagal.

Rumah Berliku – Sopot, Polandia

Desain terinspirasi oleh seniman gambar Polandia Jan Marcin Szancer dan Dahlberg Per. Ini tidak benar-benar rumah melainkan sebuah bagian dari sebuah kompleks perbelanjaan.

Hundertwasser Haus – Wina, Austria



Seniman Austria, Friedensreich Regentag Dunkelbunt Hundertwasser mungkin tidak terlalu terkenal di dunia, namun siapapun yang telah berkunjung Wina pasti tahu bangunan ini. Hundertwasser Haus  adalah kompleks apartemen ditandai dengan cat tambal sulam, lantai bergelombang, dengan dipadukan unsur vegetasi. Hundertwasser dilaporkan tidak mengambil bayaran untuk merancang itu. Semata-mata untuk mencegah bangunan buruk berdiri diatas lahannya.

Perbedaan Bangunan & Arsitektur


PERBEDAAN BANGUNAN DAN ARSITEKTUR

Kita sering kesulitan membedakan antara bangunan dan arsitektur, karena memang arsitektur itu adalah bangunan. Namun kita harus tahu bahwa tidak semua bangunan adalah arsitektur dan dalam arsitektur tidak hanya menyangkut masalah bangunan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dibuat oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, terbitan Balai Pustaka, Jakarta, tahun 1990, bangunan diartikan sebagai yang didirikan, yang dibangun (seperti rumah, gedung, jembatan), sedangkan arsitektur diartikan sebagai 1. seni dan ilmu merancang serta membuat kontruksi bangunan; 2. metode dan gaya rancangan suatu konstruksi. Untuk pembuat arsitektur yaitu arsitek masih menurut kamus besar ini diartikan sebagai 1. orang yang merencanakan suatu gedung dan memimpin konstruksinya. Menurut Ensiklopedia Indonesia, yang disusun oleh Hassan Shadily dan kawan-kawan, terbitan Ichtiar Baru-Van Houve, Jakarta, tahun 1980, diterangkan tentang arsitektur adalah sebagai berikut.Arsitektur berasal dari bahasa Yunani Purba, archos, berarti pemimpin, dan tektor, yang berarti tukang tembok. Architector berarti lebih kurang mandor tukang tembok, sekarang menjadi kata Indonesia arsitek melalui bahasa Belanda dan menjadi gelar dari seseorang yang melakukan perencanaan bangunan. Sedangkan arsitektur menjadi istilah untuk menunjukkan ruang lingkup bidangnya. Pada masa kini, kata arsitektur mengandung pengertian yang agak panjang: seni merancang bangunan bagi manusia yang bernaluri mencari keamanan dan kenyamanan diri demi kesejahteraan jiwa dan raganya, serta untuk memenuhi kepuasan diri mencipta suatu keindahan. Merupakan seni yang praktis dan langsung digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari yaitu dalam bentuk rumah yang dihuninya serta dalam bentuk bangunan dan lingkungannya yang dibutuhkan untuk hidup bermasyarakat. Pada masa kini dipandang lebih sempurna lagi bilamana segi teknologinya dan segi ekonominya memiliki keistimewaan yang bernilai menguntungkan. Pada dasarnya, seni arsitektur ialah seni yang memperpadukan unsur-unsur yang relatif berskala besar dan berdimensi tiga. Ukuran tiga arah ini dapat berwujud akhir sebagai bentuk yang padat dan kokoh, ataupun menjelma ruangan dengan maksud dan suasana tertentu. Selain itu setiap bangunan umumnya memiliki kekhasan secara fisik. Ditinjau dari sudut sejarahnya dan dipandang dari segi yang sempit terwujudnya suatu bentuk dan gaya arsitektur ditentukan oleh pencipta atau perencanaannya. Tetapi bilamana dipandang dari segi yang luas dan melihat arsitekturnya sebagai hasil karya cipta suatu kebudayaan, maka ada 6 unsur yang dapat mempengaruhi perwujudan tersebut: geografi, geologi, iklim, sosial atau kemasyarakatan, agama dan falsafah kepercayaan, latar belakang sejarah dan ketatanegaraannya. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas maka ciri khas dari berbagai bentuk dan gaya arsitektur di seluruh dunia ini dari abad-abad yang lalu sampai masa sekarang, dapat disimpulkan: seni arsitektur; ilmu arsitektur. Masih banyak literatur-literatur yang dapat kita ambil dalam mengartikan bangunan dan arsitektur, sehingga kita dapat memahami apa sebenarnya arti dari kata-kata itu. Kemudian kita dapat membayangkan bagaimana wujud dan bentuknya dan kemudian kita dapat mengambil contoh-contoh untuk dibandingkan apakah ini termasuk bangunan ataukah termasuk arsitektur.

Top 10 Indonesian Architects You Should Know

Top 10 Indonesian Architects You Should Know

The Indonesian Archipelago is one filled with great natural beauty, diverse cultural traditions and a colourful historical background. The architecture, both modern and ancient, is reflective of this chequered and exciting historical past, especially as modern native architects attempt to use the savage beauty of their environment to create designs that interact and harmonise with everyday life. We check out the top contemporary Indonesian architects creating a wave of new 'tropical modernism'.


Airmas Asri

Priding themselves on successfully creating environments that are not only impressive and beautiful, but also of significant value to their clients and the surrounding landscape, Airmas Asri are a reputated firm of architects who are especially good at catering to a diverse range of types and needs, allowing their architectural vision to accommodate and expand according to individual differences. Their impressive and lengthy list of projects include the majestic Kota Kasablanka, The Heritage Peruri and Panin Tower, all of which have been praised for their clever use of lighting, material, and space to create innovative and beautiful designs.

Aboday Architect

With its name formed from the acronym ‘Abode for Davis, Ary and Yap’, Aboday Architect was founded on the principles of constant attention-to-detail and continual evolution. With services that range from exterior design and restoration work, as well as with other creative works, Aboday has earned a name for itself by combining the excellent qualities of dedication and enthusiasm, as they always strive to produce the environment and the design that best fits their customers' vision and concepts. Having worked on a wide range of projects, be it commercial, high rise, low rise, or residential, Aboday are award-winning visionary architects of the future.

Andyrahman Architect

Best known as a pioneering architectural firm for residential housing, Andyrahman has made a name for itself through its unusual, yet exciting, contemporary designs that question the very premises of design, traditional architecture and, to some extent, even basic philosophy. With popular projects such as 'Unity in Duality', 'The Rhythmic Lines', 'Contrast of Cubes', Andyrahman cleverly uses contrasts and the element of surprise to produce innovative designs that are a constant (pleasant) surprise both to the viewer and to the client.

Budiman Hendropurnomo | Denton Corker Marshall

The Indonesian director of the Indonesian branch of prestigious firm Denton Corker Marshall, Budiman Hendropurnomo has become an international household name through his significant contributions to several design projects internationally, including the Civil Justice Centre in Manchester (UK) and the Webb Bridge in the Melbourne Docklands (Australia). His abilities as an architect are especially evident in his Maya Ubud Resort designs, a project that was a celebration of Balinese culture and heritage and which was a lushly gorgeous representation of the beauty and richness of the Indonesian cultural tradition.

Budi Pradono Architects

Having participated in and completed several high-profile and important projects, Budi Pradono are a strongly established firm of architects who have gained much praise and commendation for their award-winning designs. Taking an especial interest in the interactions between the man-made and the natural, Budi Pradono utilise this to create exciting and fascinating designs that exploit that very conflict between the two mediums. This is particularly evident in their design for the Shi Shi Lin Exhibition, in which geometric distortion patterns created by the bamboo would naturally compete with the natural trees surrounding it.

Das Quadrat

Using the quote 'the end depends on the beginning' in order to encapsulate the essence of their concept, Das Quadrat uses the principles of minimalism and artistic purity to create architecture that simultaneously manages to be as simplistic as possible, whilst also being as complex as possible. Though this inherently seems to be an insuperable oxymoron in itself, the simple yet overwhelming beauty of their designs, as is evident in the completed Siotty House, JP House and Rhouse, is created using a combination of light, colour and sharp lines for maximum impact.

Han Awal & Partners Architect

With a view to combine the best of the artificial and the organic, Han Awal & Partners have been involved in several projects across the whole of Indonesia in which they strive to adhere to this governing principle. Using bold lines in their geometric designs and attempting to create concord between the Earth, the Ether, and the Artificial, Han Awal have been extremely successful in the creation of a 'tropical modern paradise', especially in their recently completed villa project 'Geulis Mountain House', a residential property in West Java that even have an exposed concrete canopy layered over with natural creepers and plants, in order to fuse nature and design.

HST Architect

With a purist attitude towards their art, HST Architect proudly espouses and adheres to the belief that their designs should be an appreciation and celebration of natural beauty. Specialising in designs and buildings in the tourist hotspot Bali, HST has built up a reputation for excellence over time in their designs of resorts, hotels, and spas. Utilising the natural beauty of Bali, they synthesize the best in the water, air and land to create designs that both enhance and are enhanced by the natural surroundings.

Raul Renanda | Desainrenanda

An all-rounder who dabbles in interior design, photography, painting, and architecture, Raul Renanda is a talent whose ability to fuse several different design elements together is almost unparalleled. With designs that are often inspired by mid-century modernism and also by the works of the some of the earlier Indonesian architects, Renanda combines the elements of the tropical and the modern to create designs that are a beautiful homage to both, harmonising the exterior and the interior in creative and unimaginable ways.

Ridwan Kamil

A significant contributor both to his art and to his local community through his work as an architect and as the incumbent mayor of Bandung, Ridwan Kamil is a dedicated pioneer, whose vision and hard-work has deservedly won praise and acclaim. Winner of the Elle Decor Magazine 'Architect of the Year' Award in 2009, Kamil has been a significant influence and shaper of several large-scale projects, including the Indonesia Berkebun movement to build amateur gardens in several Indonesian cities, as well as the controversial Aceh Tsunami Museum, which was opened in 2009 to commemorate the lives lost in the 2004 Tsunami.

Mario Botta? Who is he?


Mario Botta adalah tokoh arsitek pembaharu dan pendobrak mode Eropa yang lahir di Mendrisio Swiss tahun 1943, karya-karyanya seringkali dikaitkan dengan Post-Modernism.

Latar Belakang Budaya
Negara Swiss sebagai suatu negara asal Mario Botta merupakan suatu phenomena kultural tersendiri. Negara itu berdasar budaya dan bahasa "terbelah" menjadi dua kutub : Germany dan Roman (Italia dan Perancis). Dalam sejarah rancang bangunan, kedua geografi kultural itu tidak hanya berlainan posisi demografis, tetapi mengakar dan mewujud dalam representasi dan pernyataan gubahan bentuk. Swiss bagian utara mendapat aksen Germany yang sangaat kuat dengan arah dan orientasi yang kuat pada transformasi tradisional ke rasional, pengakuan individual dan industrial. Sementara di Selatan, corak bangunan sangat dipengaruhi oleh keragaman sumber yang kaya akan kemungkinan dan kebutuhan untuk mencari representasi kolektif tipologik.


Selatan Swiss lebih terbuka dan hangat secara sosial. Pada lanskap dan topografi bangunannya, Utara dan Selatan Swiss tidak mudah dapat dibedakan melalui suatu generalisasi. Sebab disana-sini terdapat banyak "interfaces" dan kerangka dasar yang sama oleh sistem pendidikan (ETH Zurich dan Laussane) juga oleh Peraturan Bangunan (Building Codes); meskipun dari satu Kantoon ke yang lainnya ada beberapa perbedaan.

Bagi Sejarah Seni Bangunan, Swiss pada Abad ke 20 bukanlah negeri yang tidak dikenal sebagai panggung yang memikat pelajar dan praktisi rancang bangunan. Hannes Meyer (1889-1954) yang pernah memimpin Bauhaus yang terkenal itu. merupakan putra Swiss. idea modern dalam seni bangunan masih merupakan tradisi tersendiri di Swiss. Kelanjutan tradisi modernistik dalam seni bangunan tidak menyurut, tetapi hingga kini berlanjut. Yang sangat menarik, Mario Botta berada pada posisi berkarya di antara kebutuhan dan pengaruh yang kuat: "Modernisme" dan "Historisme" khususnya dalam konteks warisan prinsip seni bangunan Palladian.Representasi yang kuat dari yang terakhir ini dipelopori oleh Bruno Reichlin dan Fabio Reinhart ; yang merupakan kolega dekat Mario Botta dalam apa yang kemudian dikenal sebagai Aliran Tessin. 

Corak bangunan Palladian memiliki kontinuitas yang kuat di Italia Utara termasuk Swiss; dari Palladio akhir Abad 16, dilanjutkan oleh Scamozi pada awal abad 17, kemudian Lord Burlington di Inggris pertengahan Abad ke 18, hingga puncaknya pada Durand di awal Abad ke 19. Dalam beberapa hal rancang bangun, Mario Botta sangat kuat menganut gubahan geometri abstrak yang kuat sebagaimana para arsitek modern sejak 1920-an; khususnya Le Corbusier. Sekalipun demikian Botta tidaklah cenderung pada Eklektisme pada seni bangunan klasik seperti oleh Andrea Paladio pada Abad ke 16.

Dari Casa Cadenazzo hingga Casa Rotonda: Debut Botta

Pada awal masa kiprahnya sebagai arsitek, Mario Botta semula dikenal sebagai arsitek rumah tinggal. Botta membangun rumah-rumah tinggal di: Cadenazzo , Riva San Vitale dan Ligornetto. Setelah menamatkan pendidikan arsitektur di Milan dan Venezia, Botta melengkapi debutnya sebagai arsitek terkenal Eropa dengan Rumah Tinggal: Casa rotonda 1980-82 di Stabio. Tentang hunian, Botta punya idea tersendiri yang tampaknya bertentangan dengan Giorgio Grassi yang menuntut hubungan harmoni melalui suatu nilai kolektif suatu bentuk diantara masyarakatnya. Sementara, Botta justru sebaliknya, mengundang suatu "interplay" antara luar dan dalam yang mampu menghasilkan suatu jalinan kerjasama melalui "redefinisi bentuk" yang sudah dikenal. Botta tidak segan-segan memberi tempat pada keragaman tuntutan nilai dari perorangan dan eksperimen bentuk dengan tidak menafikan kepentingan kolektif untuk keseragaman dan rasionalitas.

Disain rumah hunian yang dimulainya sejak tahun 1961, merupakan suatu penjelajahan segala kemungkinan.Kesimpulan sementara yang diperolehnya ternyata tipologi hunian untuk keluarga tidak nampak lagi. Botta tidak putus asa, namun terus mencari pendefinisian kembali unsur-unsur tradisional rancang bangunan. Idea Casa Rotunda merupakan gubahan yang sama sekali lain dan menggugah citra rasa historik . Bentuk cylindric yang dipilihnya untuk Casa Rotonda mengingatkan orang pada Menara Hunian Abad Pertengahan. Casa ini bukan hanya punya konteks historik pada daerah Tesin, tetapi sangat sensitif mengakomodasi iklimnya. Teriknya matahari ditanggulangi oleh dinding yang tegar dan masif, sementara pemandangan ke lembah Tesin dibuka dengan jendela dan teras yang optimum dengan komposisi yang dramatik.

GREEN ARCHITECTURE


 GREEN ARCHITECTURE


Green Architecture atau sering disebut sebagai Arsitektur Hijau adalah arsitektur yang minim mengonsumsi sumber daya alam, ternasuk energi, air, dan material, serta minim menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.
Arsitektur hijau adalah suatu pendekatan perencanaan bangunan yang berusaha untuk meminimalisasi berbagai pengaruh membahayakan pada kesehatan manusia dan lingkungan.
Arsitektur hijau merupakan langkah untuk mempertahankan eksistensinya di muka bumi dengan cara meminimalkan perusakan alam dan lingkungan di mana mereka tinggal. Istilah keberlanjutan menjadi sangat populer ketika mantan Perdana Menteri Norwegia GH Bruntland memformulasikan pengertian Pembangunan Berkelanjutan (sustaineble development) tahun 1987 sebagai pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan manusia masa kini tanpa mengorbankan potensi generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Keberlanjutan terkait dengan aspek lingkungan alami dan buatan, penggunaan energi, ekonomi, sosial, budaya, dan kelembagaan. Penerapan arsitektur hijau akan memberi peluang besar terhadap kehidupan manusia secara berkelanjutan. Aplikasui arsitektur hijau akan menciptakan suatu bentuk arsitektur yang berkelanjutan.
Untuk pemahaman dasar arsitektur hijau yang berkelanjutan, meliputi di antaranya lansekap, interior, dan segi arsitekturnya menjadi satu kesatuan. Dalam contoh kecil, arsitektur hijau bisa juga diterapkan di sekitar lingkungan kita.

salnya, dalam perhitungan kasar, jika luas rumah adalah 100 meter persegi, dengan pemakaian lahan untuk bangunan adalah 60 meter persegi, maka sisa 40 meter persegi lahan hijau, Jadi komposisinya adalah 60:40. Selain itu membuat atap dan dinding menjadi konsep roof garden dan green wall. Dinding bukan sekadar beton atau batu alam, melainkan dapat ditumbuhi tanaman merambat. Selain itu, tujuan pokok arsitektur hijau adalah menciptakan eco desain, arsitektur ramah lingkungan, arsitektur alami, dan pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, arsitektur hijau diterapkan dengan meningkatkan efisiensi pemakaian energi, air dan pemakaian bahan-bahan yang mereduksi dampak bangunan terhadap kesehatan. Arsitektur hijau juga dapat direncanakan melalui tata letak, konstruksi, operasi dan pemeliharaan bangunan.

Program "ECO OFFICE"

          Peningkatan suhu di bumi akibat meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer karena pembakaran bahan bakar atau fossil fuel secara berlebihan oleh manusia sudha menjadi isu global saat ini. Selain menyebabkan pemanasan global atau global warming, terjadi pula perubahan iklim yang sangat merugikan manusia. Dampak pemanasan global ini antara lain bisa menyebabkan berubahnya pola iklim yang menyebabkan banjir atau kekeringan yang berkepanjangan. Jika tidak ada pengurangan emisi dan efisiensi penggunaan sumberdaya alam dan energi, maka bumi akan semakin panas dan es di kutub mencair sehingga permukaan air laut meningkat serta pulau-pulau kecil tenggelam. Untuk itu diperlukan upaya "adaptasi" dan "mitigasi" untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim tersebut. Kegiatan beradaptasi dapat dilakukan salah satunya dengan menanam pohon untuk menghindari longsor dan polusi udara serta pembuatan sumur resapan. Selain itu, upaya mitigasi atau pengurangan efek gas rumah kaca dapat dilakukan dengan hemat energi, tidak konsumtif, mengelola sampah dan efisiensi penggunaan transportasi.



            Program "Eco Office" merupakan program yang melibatkan setiap personil kantor untuk berperan aktif dalam kegiatan mewujudkan lingkungan kantor yang bersih dan efisien dalam memanfaatkan sumberdaya alam dan energi serta berperilaku yang berpihak pada upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

            Konsep "Eco Office" diambil dari dua kata dalam bahasa inggris yang mempunyai definisi berbeda, yaitu : 'Eco' dan 'Office'. Eco diambil dari kata ekologi (ecology) yang merupakan ilmu yang mempelajari mengenai hubungan timbal balik antara organisme satu dengan yang lain serta dengan lingkungannya. Sedangkan office mempunyai definisi sebuah institusi pemerintah maupun swasta tempat berkumpul dan beraktivitas untuk menghasilkan sesuatu sebagai upaya pemenuhan kebutuhan hidup manusia.

Kelebihan UPVC

Kelebihan UPVC

UPVC  atau Unplasticised Polyvinyl Chloride adalah sejenis thermoplastic yang berasal dari unsur garam dan minyak bumi, bahan ini yang pada dasarnya tahan terhadap berbagai kondisi cuaca dan zat kimia. PVC-U yang digunakan untuk kusen, jendela dan pintu adalah PVC-U yang telah dikembangkan dengan penambahan beberapa modifier (untuk kekuatan) dan stabilizer (untuk ramah lingkungan) dan menjadikan bahan tersebut menjadi persenyawaan yang optimal untuk bahan kusen jendela dan pintu.

UPVC dapat diperoleh melalui proses daur ulang 100% murni dan dapat digunakan untuk produksi profil baru tanpa mempengaruhi kualitas.
Produk Go Green
Profil UPVC  termasuk material yang mendukung gerakan Go Green karena bisa di daur ulang.  Selain itu, profil kami  ramah lingkungan dan di produksi dengan proses yang menghemat tenaga.
UPVC Indonesia mulai dikenal sejak tahun 1992. Dengan mengadaptasi teknologi pembuatan UPVC di jerman. Indonesia berhasil memasarkan salah satu material bangunan yang lebih modern dan ramah lingkungan .
Mengenal Apa itu UPVC
UPVC merupakan singkatan dari Unplasticized Poly Vinyl Chloride. Secara sederhana, UPVC merupakan persenyawaan antara unsur garam dan minyak, yang ditambah dengan beberapa modifier tertentu untuk menjaga stabilitas bahan.
UPVC terdiri dari beberapa bahan, yakni berupa PVC sebanyak 85 %, dan sisanya adalah bahan penunjang lain seperti stabilizer, modifier, titanium dioxid, dan masih ad neberapa bahan lainnya, dimana bahan penunjang tersebut yang akan memaksimalkan fungsi dari material bangunan ini.
Material bangunan yang dimaksud tersebut berupa kusen pintu dan jendela. Dinegara asalnya, Jerman, materi dengan UPVC mulai digunakan sejak tahun 1960 an, dan terus berkembang hingga saat ini. Bahkan, sekarang hampir semua bangunannya, bahan kusen pintu dan jendela telah beralih dari kayu ke material berbahan UPVC.
Mengapa lebih memilih UPVC?
Berkembangnya suatu produk pastu dilatar belakangi oleh berbagai alasan.  Begitu juga dengan penggunaan UPVC  yang semakin meningkat dari hari ke hari.  UPVC memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
  1. Lebih hemat
Penggunaan materi berbahan UPVC dapat meminimalisir biaya. Sangat cocok digunakan saat harga kayu melonjak tajam, seperti saat sekarang ini. UPVC juga terbilang lebih murah dibandingkan dengan materi berbahan Alumunium. Dengan harga mulai dari 70 ribu rupiah per meter nya, sesuai dengan kualitas yang ditawarkan.
Tahan lama
UPVC Indonesia mulai gencar mempromosikan produk ini, dengan alasan, materi dengan bahan UPVC lebih awet dan tahan lama. Dimana, Anda tidak perlu khawatir dengan perubahan cuaca, karena UPVC tahan terhadap air dan panas. Selain itu, juga tidak akan keropos. Serta, Anti rayap.
Ramah lingkungan
UPVC ramah lingkungan, karena tidak menggunakan kayu. Sehingga Anda juga bisa turut menjaga kelestarian Alam.
 UPVC Indonesia berkembang seiring dengan selera masyarakat yang menginginkan bahan material bangunan yang lebih berkualitas, namun dengan harga yang terjangkau. Dan pintu dan jendela berbahan UPVC ternyata dapat menjawab keinginan tersebut.

Material Bangunan Ramah Lingkungan

MATERIAL BAHAN BANGUNAN RAMAH LINGKUNGAN

MATERIAL BAHAN BANGUNAN RAMAH LINGKUNGAN
Pemanfaatan material bekas atau sisa untuk bahan renovasi bangunan juga dapat menghasilkan bangunan yang indah dan fungsional. Kusen, daun pintu atau jendela, kaca, teraso, hingga tangga dan pagar besi bekas masih bisa dirapikan, diberi sentuhan baru, dan dipakai ulang yang dapat memberikan suasana baru pada bangunan. Lebih murah dan tetap kuat.
Material ramah lingkungan memiliki kriteria sebagai berikut;
a. tidak beracun, sebelum maupun sesudah digunakan
b. dalam proses pembuatannya tidak memproduksi zat-zat berbahaya bagi lingkungan
c. dapat menghubungkan kita dengan alam, dalam arti kita makin dekat dengan alam karena kesan alami dari material tersebut (misalnya bata mengingatkan kita pada tanah, kayu pada pepohonan)
d. bisa didapatkan dengan mudah dan dekat (tidak memerlukan ongkos atau proses memindahkan yang besar, karena menghemat energi BBM untuk memindahkan material tersebut ke lokasi pembangunan)
e. bahan material yang dapat terurai dengan mudah secara alami
Material yang ramah lingkungan menurut kriteria diatas misalnya; batu bata, semen, batu alam, keramik lokal, kayu, dan sebagainya. Ramah lingkungan atau tidaknya material bisa diukur dari kriteria tersebut atau dari salah satu kriteria saja, seperti kayu yang makin sulit didapat, tapi bila dipakai dengan hemat dan benar bisa membuat kita merasa makin dekat dengan alam karena mengingatkan kita pada tumbuh-tumbuhan.
Semen, keramik, batu bata, aluminium, kaca, dan baja sebagai bahan baku utama dalam pembuatan sebuah bangunan berperan penting dalam mewujudkan konsep bangunan ramah lingkungan.
Untuk kerangka bangunan utama dan atap, kini material kayu sudah mulai digantikan material baja ringan. Isu penebangan liar (illegal logging) akibat pembabatan kayu hutan yang tak terkendali menempatkan bangunan berbahan kayu mulai berkurang sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan terhadap penebangan kayu dan kelestarian bumi. Peran kayu pun perlahan mulai digantikan oleh baja ringan dan aluminium.
Baja ringan dapat dipilih berdasarkan beberapa tingkatan kualitas tergantung dari bahan bakunya. Rangka atap dan bangunan dari baja memiliki keunggulan lebih kuat, antikarat, antikeropos, antirayap, lentur, mudah dipasang, dan lebih ringan sehingga tidak membebani konstruksi dan fondasi, serta dapat dipasang dengan perhitungan desain arsitektur dan kalkulasi teknik sipil.
Kusen jendela dan pintu juga sudah mulai menggunakan bahan aluminium sebagai generasi bahan bangunan masa datang. Aluminium memiliki keunggulan dapat didaur ulang (digunakan ulang), bebas racun dan zat pemicu kanker, bebas perawatan dan praktis (sesuai gaya hidup modern), dengan desain insulasi khusus mengurangi transmisi panas dan bising (hemat energi, hemat biaya), lebih kuat, tahan lama, antikarat, tidak perlu diganti sama sekali hanya karet pengganjal saja, tersedia beragam warna, bentuk, dan ukuran dengan tekstur variasi (klasik, kayu).
Bahan dinding dipilih yang mampu menyerap panas matahari dengan baik. Batu bata alami atau fabrikasi batu bata ringan (campuran pasir, kapur, semen, dan bahan lain) memiliki karakteristik tahan api, kuat terhadap tekanan tinggi, daya serap air rendah, kedap suara, dan menyerap panas matahari secara signifikan.
Kehalusan permukaan dan warna bahan bangunan sangat menentukan iklim mikro di sekitar bangunan, warna cerah dan permukaan licin adalah pemantul sinar matahari yang baik dan menaikkan suhu sekitar. Warna gelap dan permukaan kasar akan membantu meredam dan menyerap sinar dan panas matahari. Bahan bangunan berpori mudah meluncurkan panas dan meluncurkannya kembali jika suhu udara disekitarnya menurun. Sangat bijaksana jika memanfaatkan bahan-bahan bangunan alami seperti aslinya untuk pelapis dinding dan lantai luar.
Berikiut adalah contoh contoh pemanfaatan bahan bangunan alami (ramah lingkungan):
  • GENTENG SEJUK
Genteng semen ijuk adalah genteng beton yang dibuat  dengan  campuran pasir, semen dan ijuk sebagai bahan pengisi.
Manfaat
  • Menunjang program pembangunan RS/RSS dan Rusun
  • Menciptakan lapangan kerja
  • Digunakan sebagai penutup atap 
  • PANEL SERAT TEBU
Pengembangan bahan bangunan dari limbah tebu menjadi papan serat tebu
Manfaat
  • Menunjang program pembangunan RS/RSS dan Rusun
  • Mengurangi pencemaran lingkungan
  • Menciptakan lapangan kerja
  • Digunakan untuk langit-langit dan dinding partisi non-struktural
  • PANEL SEKAM PADI
Salah satu pengembangan bahan bangunan dari limbah sekam padi menjadi Papan Sekam Padi
Manfaat
  • Menunjang program pembangunan RS/RSS dan Rusun
  • Mengurangi pencernaran lingkungan
  • Menciptakan lapangan kerja
  • Digunakan untuk langit-langit dan dinding partisi non-strukutral
Proses Pembuatan
Sekam padi direndam dalam air atau dapat langsung digiling, dicampur dengan semen,dicetak dengan alat manual. Proporsi campuran = 1 semen : 4 sekam padi atau maksimum 20%
  • SAWIT BLOCK
Pengembangan bahan bangunan dari limbah SAWIT menjadi Conblock.
Manfaat
  • Menunjang program pembangunan RS/RSS dan Rusun
  • Mengurangi pencemaran lingkungan
  • Menciptakan lapangan kerja
  • Digunakan untuk dinding partisi non-struktural

Arsitektur?

Apa Itu Arsitektur?

“Arsitektur adalah bagian dari kebudayaan manusia, berkaitan dengan berbagai segi kehidupan antara lain: seni, teknik, ruang/tata ruang, geografi, sejarah. Oleh karena itu ada beberapa batasan dan pengertian tentang arsitektur, tergantung dari segi mana memandang. Dari segi seni, arsitektur adalah seni bangunan termasuk didalamnya bentuk dan ragam hiasnya. Dari segi teknik, arsitektur adalah sistem mendirikan bangunan termasuk proses perancangan, konstruksi, struktur, dan dalam hal ini juga menyangkut aspek dekorasi dan keindahan. Dipandang dari segi ruang, arsitektur adalah pemenuhan kebutuhan ruang oleh manusia atau kelompok manusia untuk melaksanakan aktifitas tertentu. Dari segi sejarah, kebudayaan dan geografi, arsitektur adalah ungkapan fisik dan peninggalan budaya dari suatu masyarakat dalam batasan tempat dan waktu tertentu

Hasil gambar untuk arsitektur

Sebagai seni arsitektur mempunyai arti yang lebih dalam dari sekedar usaha pemenuhan persyaratan fungsional semata-mata dalam sebuah program bangunan. Lebih mendasar lagi, merupakan perwujudan fisik dari arsitektur sebagai wadah kegiatan manusia.
Salah satu alasan mengapa manusia membuat bangunan adalah karena kondisi alam iklim tempat manusia berada tidak selalu baik menunjang aktivitas yang dilakukannya. Aktivitas manusia yang bervariasi memerlukan kondisi iklim sekitar tertentu yang bervariasi pula. Untuk melangsungkan aktivitas kantor, misalnya, diperlukan ruang dengan kondisi visual yang baik dengan intensitas cahaya yang cukup; kondisi termis yang mendukung dengan suhu udara pada rentang-nyaman tertentu; dan kondisi audial dengan intensitas gangguan bunyi rendah yang tidak mengganggu pengguna bangunan.

Karena cukup banyak aktivitas manusia yang tidak dapat diselenggarakan akibat ketidaksesuaian kondisi iklim luar, manusia membuat bangunan. Dengan bangunan, diharapkan iklim luar yang tidak menunjang aktivitas manusia dapat dimodifikasi diubah menjadi iklim dalam (bangunan) yang lebih sesuai.” Dikutip dari http://archmagazine.blogspot.com/2009/11/apa-itu-arsitektur.html
“What is architecture anyway? Is it the vast collection of the various buildings which have been built to please the varying taste of the various lords of mankind? I think not.
“No, I know that architecture is life; or at least it is life itself taking form and therefore it is the truest record of life as it was lived in the world yesterday, as it is lived today or ever will be lived. So architecture I know to be a Great Spirit….


“Architecture is that great living creative spirit which from generation to generation, from age to age, proceeds, persists, creates, according to the nature of man, and his circumstances as they change. That is really architecture.” —Frank Lloyd Wright, from In the Realm of Ideas (compare prices)

Arsitektur Ramah Lingkungan

Arsitektur Ramah Lingkungan

 Pemanasan global menjadi ancaman dan perhatian serius bagi seluruh penghuni bumi. Melakukan penghematan energi bisa dilakukan mulai dari hal-hal kecil, termasuk dari konsep desain rumah tinggal. Sebagai tempat aktivitas setiap keluarga, rumah tinggal adalah tempat yang sangat menyerap penggunaan energi, kedua terbesar setelah industri. Bayangkan, didalamnya manusia beraktivitas selama 16 jam bahkan mungkin lebih, yang didukung dengan penggunaan listrik yang memakan energi cukup besar. Menuju bangunan atau rumah yang ramah lingkungan, artinya kita harus mengukur mengenai dampak pada lingkungan luar serta membantu memperbaiki lingkungan dalam. Aspek yang terkait adalah rancangan arsitektur bangunan, metodologi membangun, material bangunan, efisiensi penggunaan energi, efisiensi penggunaan air dan life cycle ecological living.


Desain rumah ramah lingkungan merupakan bentuk dukungan terhadap keramahan lingkungan. Yang berarti, haruslah hemat energi, karena eksplorasi terhadap penggunaan energi dapat mengancam kehidupan generasi penerus. Gerakan penghematan energi bisa dilakukan kala kita hendak membangun rumah baru atau merenovasi rumah. Apa sajakah itu? Efisiensi Pencahayaan Manfaatkan semaksimal mungkin cahaya matahari sebagai sumber cahaya di pagi hingga sore hari. Menggunakan cahaya matahari dapat menghemat energi listrik dari lampu yang digunakan di siang hari. Pencahayaan alami bisa diperoleh melalui pencahayaan samping yaitu dari jendela, dan pencahayaan atas yang berasal dari lubang atap. Buatlah desain rumah yang lebih terbuka pada dinding dan atap, agar cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah secara lebih maksimal. Mengurangi sekat ruangan, menyatukan fungsi ruang, dapat memaksimalkan cahaya yang masuk ke dalam rumah. Efisiensi Ruang Menggabungkan lebih dari satu fungsi dalam satu ruangan, adalah pilihan baik, dibanding harus memboroskan ruang. Misalnya meniadakan fungsi ruang tamu, karena kita jarang menerima tamu, atau lebih sering menerima tamu di teras. Buat saja ruang keluarga yang lebih besar, agar bisa nyaman dan maksimal untuk bercengkrama sekaligus menerima tamu yang sudah kenal dekat. Dalam hal ukuran bangunan, lebih besar tidak selalu lebih baik. Karena makin kecil (baca : sederhana) bangunan, akan makin baik control aspek lingkungan terhadap bangunan tersebut.

"Bangunan ramah lingkungan, dirancang dengan massa ruang, keterbukaan ruang, dan hubungan ruang luar-dalam yang cair, teras lebar, ventilasi bersilangan, dan void berimbang." Pembayangan Ruang Luar, Kulit Bangunan, Ventilasi Pemilihan bahan dan desain pembayangan, serta bukaan ventilasi yang baik, mempengaruhi kenyamanan dan energi dalam rumah. Berikan secondary skin pada dinding bagian luar, terlebih jika rumah menghadap ke arah barat. Buat teritisan di atas bukaan, yang fungsinya meredam panas matahari secara langsung ke dalam rumah. Bangunan dirancang dengan teras lebar, ventilasi bersilangan; yaitu membuat bukaan (jendela) pada dua dinding yang berbeda, innercourt serta void berimbang, untuk sirkulasi udara dan cahaya alami ke seluruh ruangan, agar hemat energi. - See more at: http://aplatteroffigs.blogspot.com/2014/03/konsep-rumah-ramah-lingkungan.html#sthash.VS66JQct.dpuf

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More